ISU MARKETING SAAT INI

ISU MARKETING SAAT INI

Marketing adalah bagian dari ujung tombak yang menjadikan suatu perusahaan akan meraih kesuksesan atau kemunduran. Marketing mempunyai tugas utama, yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan yang mempunyai target pasar sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan.

Marketing terus berkembang. Jika dulu kita mengenal ada marketing 1.0, sekarang sudah eranya marketing 4.0. Apa itu marketing 4.0?

Dalam pemasaran (marketing), arah marketing telah mengalami perkembangan dari (1.0) yang product centric, lalu (2.0) customer centric menjadi (3.0) human spirit centric dan kini hadir (4.0) yang mengkombinasikan style and substance. Tidak hanya dituntut menarik, tetapi juga update.

Di era kolaborasi ini, pelanggan tidak hanya dijadikan sebagai subjek tetapi menjadi partner pengembangan produk. Mendapatkan insight dari pelanggan, serta bersikap aktif untuk mendengarkan, menciptakan keterlibatan dan menyentuh kepuasan mendalam dari pelanggan, merupakan kunci bersaing, sekaligus menciptakan loyalitas pelanggan.

Berbagai kanal digital dan sosial media, membuat pemilik merek harus lebih sensitif dalam memperhatikan konsumen. Keterkaitan emosional akan menjadi sangat kental, khususnya pengembangan relasi pelanggan. Produsen perlu memperhatikan customer path klien.

Dalam buku yang berjudul “Marketing 4.0: Moving from Traditional to Digital” (Wiley: 2017), Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya menulis tiga paradoks yang dihadapi pemasar di era konektivitas. Konektivitas, kata mereka, mengubah fondasi pemasaran, yakni pasar itu sendiri.

Paradoks pertama, interaksi online versus interaksi offline

Hadirnya teknologi internet tidak serta merta membuat bisnis yang berkaitan dengan cetak atau fisik hilang dengan sendirinya. Saat bisnis online mulai mengambil porsi dominan di pasar pada tahun-tahun belakangan ini, kita tidak percaya bahwa mereka akan mengambil alih bisnis offline seratus persen.

Hal yang sama juga terjadi di pemasaran. Kotler bilang, new wave marketing yang ditandai dengan online juga tidak bakal seratus persen menggantikan legacy marketing. Yang terjadi sesungguhnya adalah dua-duanya dibutuhkan – baik online dan offline maupun new wave marketing dan legacy marketing. Kotler memakai istilah coexist.

Paradoks kedua, informed customer versus distracted customer

Di era sekarang, pelanggan itu sangat berpengaruh pada merek. Aktivitas keseharian mereka tidak lepas dari pencarian informasi terkait merek. Biasanya, ada tiga faktor yang memengaruhi keputusan pembelian mereka, yakni iklan, opini sahabat/keluarga, maupun pengetahuan personal dan sikapnya pada merek berdasar pengalaman di masa lalu.

Paradoks ketiga, advokasi negatif versus advokasi positif

Konektivitas memberi angin segar bagi konsumen untuk memberikan dan membagikan opininya tentang sebuah merek. Konektivitas ini memberikan iklim kondusif bagi praktik advokasi konsumen terhadap merek. Ada dua advokasi, yakni advokasi negatif dan advokasi positif.

Advokasi sendiri bukanlah istilah anyar dalam dunia pemasaran. Sejak lama, sudah ada istilah serupa, yakni word-of-mouth. Konsumen yang mendapat pengalaman menarik dari suatu merek, dengan senang hati akan menceritakan dan bahkan merekomendasikan merek tersebut kepada konsumen lain.

Pelanggan saat ini memiliki lebih sedikit waktu dan perhatian untuk mencari tahu tentang mereka — dan mereka dikelilingi oleh berbagai alternatif di setiap langkahnya.  Pahami dinamika kebangkitan kekuatan marketplace, paradoks yang diciptakan oleh konektivitas, dan meningkatnya perubahan subkultur yang akan membentuk konsumen masa depan.

Hal ini menunjukkan mengapa Marketing 4.0 menjadi penting untuk produktivitas. Setiap beberapa tahun selalu muncul gerakan pemasaran “baru”, tetapi pemasar yang berpengalaman tahu bahwa kali ini berbeda; bukan hanya aturan yang telah berubah, namun pelanggan pun telah berubah. Marketing 4.0 menyiapkan kerangka kerja yang solid berdasarkan visi dunia nyata dari konsumen sebagaimana adanya saat ini, dan sebagaimana akan terjadi besok.

 

Sumber:

https://www.printgraphicmagz.com/marketing-4-0-perubahan-dari-konvensional-ke-digital/

https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/yudhihertanto/5a681331cf01b456290c8363/citizen-dan-marketing-4-0-ditengah-disrupsi-digital

http://marketeers.com/mengenali-tiga-paradoks-pemasaran-di-post-truth/

 

SEPERTI APA SIH MARKETING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0?

SEPERTI APA SIH MARKETING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0?

Perekonomian dunia, khususnya negara-negara berkembang seperti Indonesia, sedang bergerak menuju ekonomi digital. Perkembangan teknologi menjadi penggerak pertama perubahan tersebut. Organisasi dunia OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) menyatakan, inovasi digital diklaim mampu membawa banyak negara lebih dekat pada kemakmuran yang berkesinambungan.
Sebut saja, internet, robotik, 3-D printing, dan sebagainya. Teknologi ini membantu mengembangkan sektor-sektor ekonomi, seperti sektor ritel dengan e-commerce, transportasi dengan kendaraan automatis, pendidikan dengan aneka kursus online, kesehatan, sampai interaksi sosial melalui media sosial.
Pendekatan Pemasaran Baru
Pada tahun ini, Marketing 4.0 diperkenalkan. Ini merupakan pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan interaksi online dan interaksi offline antara perusahaan dengan pelanggan. Secara umum, Marketing 4.0 bisa dipahami seperti itu. Di era ekonomi digital, interaksi digital saja tidaklah cukup. Kenyataannya, justru di saat dunia online berkembang, sentuhan offline menjadi titik diferensiasi yang kuat.
Selain mengkombinasikan online dan offline, Marketing 4.0 juga mengintegrasikan antara style dan substance. Artinya, merek tidak hanya mengedepankan branding bagus, tetapi juga konten yang relevan dengan pelanggan atau menyuguhkan konten yang bagus dengan kemasan yang up-to-date dan bagus.
Marketing 4.0 juga mengembangkan konektivitas machine-to-machine dan artificial intelligence dalam rangka mendongkrak produktivitas. Tetapi, itu harus diimbangi dengan pengembangkan konektivitas human-to-human yang justru akan memperkuat customer engagement. Intinya, pengembangan teknologi tidak berhenti pada teknologi itu sendiri, tapi bagaimana teknologi ini membantu merek dalam memanusiakan relasi dengan para pelanggannya.
Pemasaran Tradisional Usang?
Apakah dalam hal ini pemasaran tradisional menjadi usang? Jawabannya adalah tidak. Dalam Marketing 4.0, digital marketing tidaklah menggantikan pemasaran tradisional. Sebaliknya, keduanya hadir bersama alias coexist di era sekarang. Keduanya saling mengisi peran satu sama lain, khususnya dalam perjalanan pelanggan atau customer path.
Asal tahu saja, di era konektivitas sekarang ini, customer path telah berubah. Dulu, dikenal dengan 4A, yakni aware, attitude, act, dan act again. Sekarang, perjalanan pelanggan ini berubah menjadi 5A, yakni aware, appeal, ask, act, dan advocate. Dalam customer path yang baru ini, pemasaran tradisional dan digital marketing bisa hadir secara bersama. Bisa jadi, misalnya, orang sadar akan sebuah produk melalui iklan tradisional di televisi. Lalu, kemudian ia bertanya secara online di media sosial, kemudian ia membeli, dan karena puas ia kemudian merekomendasikan produk tersebut ke komunitasnya, baik di media sosial maupun komunitas offline.
Pada intinya, Marketing 4.0 menjadi pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan interaksi online dan offline yang tujuan utamanya adalah memenangkan advokasi konsumen.

 

Referensi : http://marketeers.com/mengenal-marketing-4-0-dalam-konteks-ekonomi-digital

Delapan Tren Marketing di Indonesia Pada Tahun 2018

Delapan Tren Marketing di Indonesia Pada Tahun 2018

Karena pemasaran adalah hal yang paling krusial untuk menjadikan bisnis berkembang, jalan di tempat atau malah mengalami degradasi. Dalam rangka menyambut tahun baru yang akan datang IMA (Indonesian Marketing Association) memperkirakan ada 8 tren pemasaran yang akan terjadi di tahun 2018.
1. Pariwisata dan kuliner semakin melaju
Pariwisata akan terus berkembang (termasuk wisata religi dan olah raga) di tingkat kotamadya/kabupaten dan hal ini akan juga mengangkat sektor kuliner dengan berbagai tingkat kreativitasnya (misalnya tradisional dengan kemasan/penyajian moderen, semakin higienis dan variatif). Beberapa kota sudah mulai melirik MICE sebagai salah satu andalan. Green/sustainable tourism akan semakin dikembangkan.
Makanan khas lokal/daerah akan semakin diminati termasuk juga berbagai jenis kopi setempat yang diikuti dengan semakin maraknya kedai kopi. Pemenuhan standar halal semakin penting peranannya dan makanan/minuman sehat semakin diminati. Cinderamata dan produk-produk fesyen juga akan terangkat dengan semakin berkembanganya pariwisata.
City tourism merupakan pintu masuk untuk mengembangkan pariwisata pada skala yang lebih luas di tingkat kabupaten dan provinsi. Hal ini memberikan kesempatan bertumbuhnya UMKM dan pengembangan tempat-tempat wisata. Komunitas anak muda semakin menyukai hangout places, coworking space, café/bar, dan bahkan ‘angkringan’ yang experiential, asalkan kualitasnya bagus dan harganya terjangkau.

2. Budaya daring dan media sosial semakin tak terbendung
Platform daring dan media sosial akan semakin kuat dalam mendukung bisnis di berbagai sektor dan skala. Kedua platform digital tersebut tidak akan menggantikan platform pemasaran konvensional namun justru saling melengkapi. Saluran pemasaran digital juga akan berdampak ke sektor logistik dan pada gilirannya penetrasi pasar akan semakin membaik.
Kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak dalam suatu rantai nilai atau ekosistem bisnis merupakan suatu keniscayaan agar dapat meningkatkan penjualan. Aplikasi daring akan semakin menjadi suatu keharusan. Proses pengambilan keputusan generasi Y dan Z akan akan semakin dipengaruhi oleh konten media sosial yang ada. Peran para selebgram sebagai endorser akan menjadi semakin signifikan dalam mempromosikan suatu merek.
UKM (terutama makanan dan fesyen) yang go online akan mendapatkan keunggulan dalam merebut pasar. Konektivitas Internet sudah menjadi kebutuhan mendasar di kota-kota utama Indonesia baik untuk keperluan bisnis maupun non-bisnis.

3. Tahun pemasaran politik semakin tinggi sofistikasinya
Pilkada serentak akan diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia. Para kandidat yang maju sebagai calon walikota, bupati, atau gubernur akan semakin gencar dan canggih dalam upayanya untuk mengomunikasikan brand, positioning, dan diferensiasi dirinya melalui berbagai kampanye baik melalui saluran konvensional maupun digital.
Ide yang kuat dari para kandidat, kemampuan untuk meyakinkan masyarakat bahwa ide-ide tersebut dapat diimplementasikan, rekam-jejak kandidat yang bagus (termasuk integritas dan prestasi), serta pemahaman terhadap anxieties dan desires para pemangku kepentingan akan menjadi kunci tingginya elektabilitas dan penentu kemenangan.
Kemampuan berkomunikasi yang baik dengan publik antara lain dengan penyampaian materi kampanye yang sangat terstruktur, mudah dipahami, realistis, manusiawi, serta inklusif (tidak bersifat SARA) dan horisontal akan menjadi gaya komunikasi yang semakin dapat mengundang minat masyarakat.
4. Bisnis di sejumlah sektor tetap bertumbuh
Sektor jasa akan meningkat. Jasa transportasi daring yang menawarkan harga bersaing dan kenyamanan proses/interaksi juga akan semakin marak meskipun masih ada sejumlah gesekan dengan jasa transportasi konvensional. Di sejumlah kota utama Indonesia perminataan pasar untuk jasa spa, kebugaran, massage, kecantikan, fesyen (termasuk fesyen muslim) akan semakin menguat.
Jasa tempat penitipan anak akan bertumbuh sejalan dengan meningkatnya pasangan suami-istri yang semakin sibuk. Penetrasi bisnis ritel (hypermarket/supermarket dan convenient store) juga semakin meningkat dan semakin memberi pilihan dan kenyamanan bagi masyarakat, namun tentunya hal ini akan dibarengi dengan semakin ketatnya persaingan.
Kualitas, harga, ragam barang, dan lokasi serta kualitas pelayanan akan menjadi pertimbangan pengambilan keputusan pelanggan. Sektor otomotif dan properti juga diperkirakan akan membaik meskipun tidak dengan kenaikan yang tajam. Pemukiman terpadu akan tumbuh sejalan dengan perkembangan industri di suatu wilayah.
5. Jumlah wirausahawan muda semakin banyak
Anak muda akan semakin banyak yang mengembangkan usaha rintisan di berbagai bidang dari kuliner, pariwisata, fesyen, hingga animasi. Hal ini juga difasilitasi dengan semakin banyaknya coworking space, akses informasi (melalui Internet), serta mudahnya para usahawan muda tersebut terkoneksi ke pasar menjadi wirausahawan diperkirakan akan semakin meningkat.
Berbagai produk yang ditawarkan dan cara menawarkannya pun juga diperkirakan akan semakin kreatif. Meskipun tingkat kegagalan usaha rintisan tersebut masih cukup tinggi namun tidak mengurangi minat dan semangat para anak muda tersebut untuk menjadi usahawan dengan segala risikonya.
Bahkan diperkirakan para profesional yang mulai melirik dan menguji kemampuannya menjadi wirausahawan juga akan meningkat. Yang menarik adalah adanya kecenderungan bahwa usaha-usaha rintisan tersebut didirikan untuk suatu tujuan yang tidak semata bisnis namun juga sosial.
6. Industri hiburan masih tetap menjanjikan
Industri hiburan seperti musik (terutama konser musik), film, dan berbagai event besar (termasuk sejumlah event di berbagai daerah tingkat kotamadya/kabupaten maupun provinsi) akan terus mewarnai sepanjang tahun. Café dan restoran juga menerapkan paduan konsep berupa café dari pagi hingga sore namun malamnya dirubah menjadi semacam bar yang diisi dengan berbagai jenis hiburan termasuk live music.
Hal ini sejalan dengan gaya hidup masyarakat di berbagai kota besar yang cenderung tidak langsung pulang ke rumah setelah selesai jam kerja. Hal ini diharapkan dapat memicu meningkatnya industri ekonomi kreatif.
7. Infratruktur terus dibenahi
Infrastruktur jalan raya, pelabuhan, bandara, kereta api dan juga telekomunikasi akan semakin membaik baik dari segi fisik maupun pelayanannya. Hal ini semakin menunjang berbagai kegiatan perorangan maupun bisnis. Kebersihan, keamanan, dan ketertiban kota juga semakin mendapat perhatian sejalan dengan pentingnya city tourism dan sekaligus menjaga tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah setempat.
Pelayanan publik di sejumlah kota akan semakin membaik dengan berbagai inovasi pelayanan serta penerapan smart city dan e-government yang pada gilirannya akan semakin memperkuat tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

8. Cashless society semakin bertumbuh
Teknologi informasi yang semakin canggih pada gilirannya akan membawa perekonomian yang diwarnai dengan tumbuhnya masyarakat yang bertransaksi secara non-tunai atau yang dikenal dengan sebutancashless society dimana hal ini juga sejalan dengan semakin maraknya bisnis daring serta berbagai keperluan sehari-hari yang transaksinya bersifat non-tunai (misalnya layanan transportasi, hotel, dan lain-lain) yang dapat dilakukan melalui ponsel pintar.
Di sejumlah jalur jalan tol juga sudah mempergunakan pembayaran nontunai. Penggunaan e-moneydiperkirakan akan semakin inklusif dan kehadiran fintech (yang juga akan berkolaborasi dengan perbankan konvensional) akan semakin menguat.
Pada sisi lain, meskipun masih belum mendapat ijin sebagai alat untuk bertransaksi, namun diperkirakan akan semakin banyak orang yang mencoba peruntungan dari fenomena lompatan nilai tukar/harga cryp to currency yang disediakan oleh sejumlah lembaga.

 

Refrensi : http://marketeers.com/delapan-tren-marketing-di-indonesia-pada-tahun-2018/

SELAMAT MENEMPUH UTS

myhome_2

[SELAMAT MENEMPUH UTS]
“Anyone who never made a mistake has never tried anything new.” – Albert Einstein

Hai Managers!!!

Selamat menjalankan UTS. Jangan lupa berdoa dan minta restu kepada orang tua. Berani jujur itu hebat. Semoga sukses!

Jangan lupa cek perlengkapan yang dibutuhkan ya!
KTM
KSM
✏Alat tulis
Kalkulator (bila diperlukan)

Terima kasih.
________________________
Centre of Management 2018
#TogetherWeShine
#COM@2018
_________________________

UJIAN TENGAH SEMESTER

myhome myhome_0 myhome_1

[UJIAN TENGAH SEMESTER]

“Orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan.” – Mario Teguh

Hi Managers!!!

Selamat menempuh Ujian Tengah Semester. Untuk meningkatkan motivasi belajarmu, yuk cek jadwal ujian kalian disini.

Semangat belajar dan semoga sukses!

Terima kasih.
________________________
Centre of Management 2018
#TogetherWeShine
#COM@2018
_________________________