Guest Lecturer Series ” Indonesia dan Sistem Penyelesaian Sengketa WTO dan Strategi UKM Menembus Ekspor “

Guest Lecturer Series Departemen Manajemen FEM IPB Mengundang narasumber dari Kementerian Perdagangan yakni Bapak Angga Handian Putra dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk menjelaskan dan berbagi pengalaman  kepada mahasiswa  terkait dengan topic yang relevan dengan Mata Kuliah yang terdapat di Departemen Manajemen yakni Mata Kuliah Pemasaran Internasional. Acara ini berlangsung pada hari Senin, 15 Oktober 2018 bertempat di Auditorium Abdul Muis Nasution Fakultas Teknologi Pertanian kampus Institut Pertanian Bogor, Dramaga Pukul 13.00-15.00. Kuliah tamu ini dihadiri oleh mahasiswa dan mahasiswi IPB yang berasal dari Departemen Manajemen FEM IPB angkatan 53 atau tahun akademik 2016/2017 dan serta mahasiswa Pasca sarja Ilmu Manajemen (S2).

4

Pembukaan oleh Master of Ceremony yang dibawakan oleh Fakhriko Dhika Pratama dan Savia Pramudani dimulai tepat pukul 13.00.  Acara dimoderatori oleh Bapak Dr. Ir. Ma’mun Sarma, M.S., M.Ec . Acara ini juga turut dihadiri oleh Pimpinan Departemen manajemen dan tim Pengajar dari Departemen Manajemen. Acara ini dimotori oleh Koordinator Kemahasiswaan Departemen Manajemen yakni Ibu Lindawati Kartika, SE M.Si didukung oleh Himpunan Profesi Centre of Management (Com@).  Kuliah tamu ini berlangsung dalam dua sesi dengan durasi 120 menit. Disambung dengan sesi tanya jawab interaktif baik secara online maupun offline. Kuliah ini lebih membahas mengenai penyelesaian sengketa perdagangan Internasional dimana saat ini tantangan perdagangan internasional yang dihadapi oleh Indonesia yakni dari sebanyak 57.895.721 UKMM di Indonesia data sampai tahun 2018, hanya sebanyak 15% produk UMKM Indonesia yang sudah diekspor ke luar negeri, salah satu yang melatar belakangi terjadinya hal ini adalah adanya hambatan perdagangan berupa hambatan tarif dan hambatan non tarif, selain itu juga terjadinya kurang informasi terhadap akses pasar serta belum optimalnya pemanfataan FTA/RTA : WTO, ATIGA, ASEAN-Australia NZ FTA, IJ-EPA, dsb. Cara yang dapat dilakukan dalam melakukan penanganan hambatan perdagangan adalah dengan cara bilateral, melalui komite-komite WTO atau organisasi Internasional, serta melakukan sistem penyelesaian sengketa WTO dengan melewati tiga prosedur yaitu konsultasi, litigasi dan implementasi. Selain itu, hal yang penting disampaikan dalam kuliah ini adalah mengenai strategi yang dapat meningkatkan UKM Indonesia agar dapat “Go Internasional” adalah dengan melakukan kerjasama dengan negara lain melalui perjanjian perdagangan,  diseminasi informasi pasar negara lain melalui IPTC dan Atase Perdagangan, Penanganan hambatan perdagangan, hingga sistem penyelesaian sengketa serta Ditjen PPI membuka FTA center untuk optimalisasi FTA/RTA. Peserta sangat antusias terkait topik ini, karena dirasa sangat relevan dengan kondisi saat ini dan cita-cita kedepannya sebagai calon wirausaha dari bisnis-bisnis yang memiliki prospek ekspor.

 

56

 

Acara ini diakhiri dengan  pemberian sertifikat, plakat,  dan souvenir kenang-kenangan dari Departemen  Manajemen kepada Bapak Angga Handian Putra yang diwakilkan oleh Bapak M. Syaefudin Andrianto, S.T.P., M.Si. Selanjutnya acara ditutup dengan sesi foto bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *